Keadaan Umum Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone
KEADAAN UMUM LOKASI
KKN
A. Keadaan Umum
Kecamatan Cenrana
Kabupaten Bone tergolong kabupaten yang luas dan besar
di Sulawesi Selatan dengan Watampone sebagai Ibukota kabupatennya. Secara
administrasi, Kabupaten Bone terdiri dari 27 kecamatan. Diantara ke – 27 kecamatan yang
ada, hanya ada 11 (sebelas) Kecamatan yang dijadikan sebagai lokasi KKK
Reguler UMI angkatan ke – 59. Salah satu dari sebelas Kecamatan tersebut ialah
Kecamatan Cenrana. Adapun keadaan umum yang dimaksud di Kecamatan Cenrana
yaitu meliputi keadaan geografis; luas wilayah dan batas wilayah serta
pennjelasan tambahan lainnya yang mengarah pada kondisi wilayah sekitaran
Kecamata Cenrana.
1.
Keadaan Geografis
Kecamatan Cenrana terletak pada belahan utara Kabupaten Bone tepatnya didaerah pesisir Teluk Bone. Kecamatan dengan luas wilayah ±
143,6 km2 ini terdiri dari 15 desa dan 1 kelurahan, yakni Desa Pacubbe, Latonro, Watu,
Nagauleng, Awang Cenrana, Cakkeware, Ajalasse, Watang Ta’, Pusungnge, Panyiwi,
Pallime, Lebongnge, Laoni, Pallae, dan Kelurahan Cenrana yang sekaligus
merupakan Ibukota Kecamatan Cenrana.
a.
Batas Wilayah
Adapun batas – batas wilayah Kecamatan Cenrana ialah sebagai
berikut :
1)
Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Wajo
2)
Sebelah Timur berbatasan dengan Teluk Bone
3)
Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Tellung Siattinge
dan Dua Boccoe
4)
Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Tellung
Siattinge
b.
Luas
Wilayah
Lebongnge dengan luas wilayah ± 22 km2
merupakan Desa terluas di kecamatan ini. Kemudian disusul Cakkeware dengan luas
wilayah 17 km2. Untuk
lebih jelasnya mengenai luas wilayah dari masing-masing desa dapat dilihat pada
table berikut :
Tabel 1
Luas Wilayah dari setiap
Desa dan Kelurahan di Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone
|
NO
|
DESA / KELURAHAN
|
LUAS (km2)
|
|
1
|
KEL. CENRANA
|
12,6
|
|
2
|
PACUBBE
|
3,83
|
|
3
|
PANYIWI
|
10
|
|
4
|
LATONRO
|
11,05
|
|
5
|
WATU
|
4
|
|
6
|
NAGAULENG
|
12,71
|
|
7
|
PALLIME
|
4,21
|
|
8
|
LAONI
|
5
|
|
9
|
AJALLASE
|
5,79
|
|
10
|
PALLAE
|
5,12
|
|
11
|
PUSUNGNGE
|
5
|
|
12
|
WATANG TA
|
2,75
|
|
13
|
LABOTTO
|
11
|
|
14
|
LABONGNGE
|
22
|
|
15
|
CAKKEWARE
|
17
|
|
16
|
AWANG
CENRANA
|
12,66
|
|
Jumlah
|
143,6
|
(Sumber
: Kabupaten Bone Dalam Angka 2017)
2.
Kondisi
Umum Kecamatan Cenrana
Ketika memasuki kecamatan ini melalui jalur darat, Desa Pertama yang
akan didapati ialah Desa pacubbe yang mana terletak ± 32 (tiga puluh dua) km
dari Ibukota Kabupaten Bone. Dengan jarak demikian bisa dikatakan Desa Pacubbe
merupakan Desa dengan jarak yang terdekat dari Ibukota Kabupaten Bone. Sedang
Desa dengan jarak terjauh dari Ibukota Kabupaten ialah Desa Labotto dengan
jarak sekitar 45 (empat
puluh lima) km baik melalui jalur darat maupun laut.
Beberapa Desa di Kecamatan Cenrana dapat dicapai dengan kendaraan roda
dua atau roda empat. Namun demikian, ada pula beberapa desa yang tidak hanya dapat
dicapai dengan kendaraan roda dua atau roda empat saja tetapi juga perlu
menyeberang sungai, seperti Desa Latonro, Pusungnge, Laoni, Pallime, Ajalasse dan
Pallae. Transportasi yang digunakan untuk menyeberang sungai ialah speed boat
atau katinting yang dibuat sendiri oleh masyarakat sekitar. Mereka meyebutnya
“Taksi air”. Untuk beroperasi, transportasi ini pun tentu mengandalkan atau
bergantung pada pasang-surutnya air sungai.
B. Keadaan
Demografis
Demografi
adalah studi ilmiah tentang penduduk, terutama tentang jumlah, struktur dan
perkembangannya. Berdasarkan Undang-undang RI No. 10 tahun 1992, Penduduk
adalah orang dalam matranya sebagai diri
pribadi, anggota keluarga, anggota masyarakat, warga Negara dan himpunan
kuantitas yang bertempat tinggal di suatu tempat dalam batas wilayah Negara
pada waktu tertentu. Jadi keadaan demografis yang dimaksud disini ialah
keaadaan tentang jumlah masyarakat yang bertempat tinggal di Kecamatan Cenrana.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Kantor Camat Cenrana, Jumlah penduduk yang
bermukim di Kecamatan Cenrana dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2
Jumlah Penduduk di Kecamatan Cenrana
Berdasarkan Jenis Kelamin
|
NO.
|
DESA/KELURAHAN
|
JENIS KELAMIN
|
JUMLAH
|
|
|
LAKI -LAKI
|
PEREMPUAN
|
|||
|
1.
|
PACCUBBE
|
790
|
832
|
1.622
|
|
2.
|
LATONRO
|
772
|
761
|
1.533
|
|
3.
|
WATU
|
985
|
1.059
|
2.044
|
|
4.
|
NAGAULENG
|
657
|
652
|
1.309
|
|
5.
|
AWANG CENRANA
|
1.184
|
1.327
|
2.511
|
|
6.
|
LABOTTO
|
1.860
|
1.882
|
3.742
|
|
7.
|
CAKKEWARE
|
1.180
|
1.215
|
2.395
|
|
8.
|
AJALASSE
|
670
|
726
|
1.396
|
|
9.
|
WATANG TA’
|
672
|
714
|
1.386
|
|
10.
|
PUSUNGNGEE
|
437
|
398
|
835
|
|
11.
|
PANYIWI
|
893
|
963
|
1.856
|
|
12.
|
PALLIME
|
767
|
850
|
1.617
|
|
13.
|
LAONI
|
394
|
388
|
782
|
|
14.
|
LEBONGNGE
|
1.760
|
1.827
|
3.587
|
|
15.
|
PALLAE
|
574
|
722
|
1296
|
|
16.
|
KEL. CENRANA
|
1.244
|
1.317
|
2.561
|
|
|
JUMLAH
|
14.932
|
15.656
|
30.588
|
Sumber : Data Konsilidasi Bersih (DKB) Kementrian Dalam Negeri Semester
1
Tahun 2017
C. Mata Pencaharian
Mata pencaharian merupakan salah satu aktivitas
yang dilakukan oleh kebanyakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Ada banyak bentuk yang dilakukan oleh masyarakat sebagai mata pencahariannya. Lingkungan
dimana mereka tinggal juga memberikan pengaruh yang cukup besar mengenai
karakteristik pencarian yang dijalankan oleh mereka.
Mayoritas masyarakat di Kecamatan
Cenrana ialah bermata pencarian sebagai nelayan, petani, dan atau perkebun. Hal
ini didukung oleh kondisi geografis dari Kecamatan Cenrana sendiri yang
sebagian besar terdiri dari daratan dan sebagiannya lagi perairan. Selain
bertani di sawah ataupun kebun, ada juga masyarakat yang berprofesi sebagai
petani tambak, baik ikan maupun kepiting. Khusunya di daerah yang menjadikan
sungai sebagai penunjang utama dalam memenuhi kebutuhan hidup seperti, Desa
Laoni, Pallime, Pusungnge, dan sebagainya.
Desa
Pallime sendiri memiliki sumber daya alam yang berpotensial untuk membangun
usaha pertanian dan perikanan karena struktur tanahnya tergolong subur
kendatipun masih terdapat tanah tandus atau lahan tidur di daerah tersebut yang
tidak dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk bercocok tanam. Pada sore
hari, khususnya para petani tambak meninggalkan rumah untuk
melakukan kegiatan ditambak sampai pagi hari.
Kepiting,
udang dan ikan merupakan ternakan yang biasa di ternak oleh petani tambak di
lahan tambak mereka. Kepiting yang diternak bukan semata untuk dikonsumsi
secara pribadi atau bukan hanya dikenal di Sulawesi Selatan saja, tetapi mereka
juga mengekspornya hingga luar negeri, seperti : Jepang, Singapore, Cina,
Taiwan, Filipina, dll. Dan penghasilan masyarakat Cenrana dari mengekspor
kepiting pun bisa mencapai ratusan juta.
Disamping, mata pencaharian di atas,
beberapa masyarakat di Kecamatan Cenrana juga ada yang berprofesi sebagai
buruh, wiraswasta, PNS/TNI/POLRI, peternak, dan juga Karyawan dan lain
sebagainya.
D. Pendidikan
Pendidikan adalah pembelajaran,
pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang di turunkan dari
generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan dan penelitian.
Pendidikan sering terjadi dibawah bimbingan orang lain, tetapi juga
memungkinkan secara otodidak. Pendidikan yang tterjadi dibawah bimbingan orang
lain dapat di kategorikan menjadi 2 jalur, yakni formal dan non formal.
Pendidikan formal merupakan jalur
pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar,
menengah, dan pendidikan tinggi. Dasar penyelenggaraaan pendidikan formal juga
telah diatur melalui Peraturan Pemerintah Nomor 66 tahun 2010 tentang
Pengelolaan Dan Penyelenggaraan Pendidikan, khususnya Pasal 60 Ayat 1 yang
menyebutkan bahwa penyelenggaraan pendidikan formal meliputi : Pendidika Anak Usia
Dini jalur formal berupa Taman Kanak-Kanak (TK) dan Raudhatul Athfal (RA),
Pendidikan Dasar (contohnya : SD, MI, SMP, MTs), Pendidikan Menengah (SMA, MA,
SMK, MAK), dan Pendidikan Tinggi (contohnya : Diploma, Sarjana, Magister,
Spesialis, Doktor).
Dalam penyelenggaraannya, di setiap
Desa yang ada di Kecamatan Cenrana telah memiliki sarana dan prasaran untuk
mewujudkan pendidkan yang layak, mesti tak banyak, setidaknya seluruh desa
telah memiliki sarana untuk melaksanakan pendidikan dasar yang dimaksud. Untuk
lebih jelasnya berikut adalah table perincian mengenai jumlah sarana dan
prasarana penunjang pendidikan formal yang ada di Kecamatan Cenrana.
Tabel 3
Sarana dan Prasarana penunjang pendidikan formal yang
ada di Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone
|
No.
|
Desa/ Kelurahan
|
Sarana dan Prasarana Dalam
Jumlah (unit)
|
|||
|
PAUD/TK
|
SD/MI
|
SMP/MTs
|
SMA/MA/SMK
|
||
|
1.
|
Latonro
|
-
|
2
|
-
|
-
|
|
2.
|
Pallae
|
1
|
1
|
-
|
-
|
|
3.
|
Watu
|
1
|
2
|
-
|
-
|
|
4.
|
Cakkeware
|
2
|
4
|
2
|
1
|
|
5.
|
Pallime
|
1
|
3
|
1
|
-
|
|
6.
|
Lebongnge
|
1
|
2
|
2
|
1
|
|
7.
|
Nagauleng
|
1
|
2
|
1
|
1
|
|
8.
|
Pacubbe
|
1
|
2
|
-
|
-
|
|
9.
|
Pusungnge
|
-
|
1
|
-
|
-
|
|
10.
|
Panyiwi
|
1
|
1
|
1
|
-
|
|
11.
|
Kel. Cenrana
|
-
|
4
|
2
|
-
|
|
|
|
|
|
|
|
|
12.
|
Awang Cenrana
|
1
|
3
|
1
|
1
|
|
13.
|
Laoni
|
1
|
1
|
-
|
-
|
|
14.
|
Labotto
|
1
|
2
|
-
|
-
|
|
15.
|
Watang
Ta’
|
1
|
1
|
-
|
-
|
|
16
|
Ajalasse
|
1
|
2
|
-
|
-
|
|
Jumlah
|
14
|
33
|
10
|
4
|
|
Sumber : Laporan Akhir dari masing-masing Posko KKN Reg.
UMI Angkatan
LIX Tahun 2018
Dari table di atas diketahui bahwa sarana dan prasaran
untuk menyelenggarakan pendidikan dasar terdapat di setiap desa yang ada di
Kecamatan Cenrana. Adapun untuk lanjut ke jenjang pendidkan berikutnya, maka
setiap peserta didik yang ingin melanjutkan pendidkanya dan apabila sarana dan
prasarananya tidak tersedia tentulah mesti menuntut ilmu di luar dari Desanya.
Selain penyelenggaraan pendidikan formal, di berbagai
desa yang ada di Kecamatan Cenrana juga mendukung adanya pendidikan non formal
yang biasa di adakan di masjid yang ada di masing-masing desa. Pendidikan non
formal berfungsi sebagai penambah dan pelengkap apabila pengetahun,
keterampilan dan sikap melalui jalur
pendidikan formal dirasa belum memadai. Salah satu pendidikan non formal yang
tersebar dan terbentuk hampir di seluruh desa yang ada di Kecamatan Cenrana
ialah pengadaan TK/TPA untuk anak yang tengah menempuh pendidkan dasar hingga
menegah. Pengadaan TK/TPA ini bertujuan untuk menambah pengetahuan peserta
didik mengenai Al-Qur’an terutama mengenai cara membacanya yang baik dan benar.
Beberapa desa ada yang menyelenggarakanya di siang hari, seperti di Desa Laoni,
Nagauleng, Watang Ta’, dan Pacubbe; di sore hari seperti yang dilakukan di Desa
Latonro dan Panyiwi; dan ada pula yang menyelenggarakannya pada malam hari
yaitu ba’da sholat magrib hingga masuk waktu sholat Isya, seperti yang ada di
Desa Watu, Lebongnge, Pallae, Kel. Cenrana Ajalasse, Pusungnge Cakkeware,
Pallime, dan Labotto. Berbeda dengan desa yang lain, Awang Cenrana tidak
menyelenggarakannya di Masjid melainkan di rumah guru TPA masing-masing dengan
proses belajar mengajar yang lebih terstruktur.
Selain informasi diatas, sebagaimana di kebanyak
daerah yang ada di Indonesia, dengan masalah yang sama seperti mahalnya biaya
pendidikan, kurangnya infrastruktur yang memadai, atau dikarenakan kurangnya
kesadaran akan pentingnya pendidikan, sehingga banyak warga yang memilih untuk
tidak melanjutkan sekolah mereka. Dari data laporan akhir Mahasiswa KKN Reg.
UMI angkatan LIX di setiap Desa, didapati bahwa rata – rata masyarakat
Kecamatan Cenrana ialah lulusan SMP/SMA sederajat. Namun demikian adapula
beberapa yang melanjutkan studinya ke jenjang Diploma hingga Strata.
Komentar
Posting Komentar